Sunday , 17 June 2018
breakingfav ICCRI

Dr. Ir. Retno Hulupi, SU

retno

  • Pendidikan Terakhir: S3
  • Jabatan Fungsional: Peneliti Madya
  • Bidang Keahlian: Pemuliaan Tanaman
  • Komoditas Utama: Kopi

Riwayat Pendidikan:

Dr. Ir. Retno Hulupi, SU mendapatkan gelar Sarjana Pertanian (Bidang Ilmu Agronomi dengan Spesialisasi Pemuliaan Tanaman) pada tahun 1983 dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta. Pendidikan S2 (Bidang Ilmu Agronomi jurusan Ilmu-ilmu Pertanian) di Universitas yang sama dan selesai pada tahun 1988 dengan gelar Sarjana Utama (SU). Pendidikan S3 (Bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman) di Universitas Gadjag Mada Yogyakarta selesai pada tahun 2006 dengan gelar Doktor (Dr).

Yang bersangkutan mulai aktif sebagai peneliti pada tahun 1983. Jenjang Peneliti Madya diperoleh pada tahun 2004 dalam bidang Pemuliaan Kopi. Selain itu juga aktif mempublikasikan karya ilmiah dan hasil penelitian dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, baik sebagai penulis tunggal dan penulis utama maupun co-author, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah, majalah, semi ilmiah, prosiding, baik dari lembaga instansi dalam negeri maupun luar negeri. Pada tahun-tahun terakhir juga aktif menekuni penelitian pemuliaan terhadap nematoda Radophulus similis yang merupakan bagian dari penelitian desertasinya. Disamping pendidikan formal juga telah mengikuti pelatihan/diklat/kursus :

  • DUS test for Plant Variety Protection Examinier Course, Kediri,24 – 26 November 2010, Kediri, Jawa Timur
  • Training DNA fingerprinting of the Indonesian varieties of Arabica coffee, di Universitas Trieste, Italy, Mei – Agustus 2009
  • Pelatihan Jurnalistik majalah semi populer, di Balai Penelitian Karet, Sembawa (Palembang, Sumatera Selatan), 29 – 30 Januari 2009
  • Pelatihan analisis statistik pertanian dengan program SAS, di Laboratorium Biometri, Fakultas Pertanian UGM ( Mei, 2007)
  • Training on DUST system for PVT programme (2002). Bogor, Indonesia
  • Training on the application of UPOV system in the protection of new varieties of plants, di Puslit Karet, Medan, 1995. Organized by National Germplasm Comission.
  • Workshop on Germplasm conservation perspective (1995), Bogor, Indonesia
  • Documentation training course for gene bank Managers, 12 August – 9 September 1994, IPGRI- Asia, the Pacific and Oceania, MARDI, Serdang, Malaysia.

Penghargaan dalam bidang ilmu/profesi/pendidikan :

  • Piagam Penghargaan penemuan varietas unggul kopi arabika (16 April 2002),Gabungan Perusahaan Perkebunan (GPP) Jawa Timur,.
  • Anugerah Peripi Muda : Piagam dan Lencana Peripi Muda (23 Agustus 2003),Perhimpunan Ilmu Pemuliaan

 Perolehan HAKI/INOVASI :

  • Ketua tim pengusul Pelepasan varietas kopi Arabike tipe katai (Kartika 1 dan Kartika 2) : 1993
  • Salah satu anggota pengusul pelepasan varietas kopi Arabika : Abesinia 3, USDA 762, S 795  : 1994
  • Salah satu anggota dan ketua pengusul Pelepasan varietas : beberapa klon kopi Robusta : SA 203, BP 920, BP 936, BP 436, BP 534, BP 939 (6 SK) : 2003. Klon anjuran kopi robusta SA 203 : SK Mentan No. 418/Kpts/SR.120/8/2003; Klon anjuran kopi robusta BP 936 : SK Mentan No. 419/Kpts/SR.120/8/2003, Klon anjuran kopi robusta BP 534 : SK Mentan No. 420/Kpts/SR.120/8/2003, Klon anjuran kopi robusta BP 436 : SK Mentan No. 421/Kpts/SR.120/8/2003, Klon anjuran kopi robusta BP 920 : SK Mentan No. 422/Kpts/SR.120/8/2003, Klon anjuran kopi robusta BP 939  : SK Mentan No. 422/Kpts/SR.120/8/2003
  • Salah satu anggota pengusul Pelepasan varietas kopi Arabika varietas Andungsari 1, S.K. Mentan No. 113/Kpts/TP.240/2/2001
  • Ketua tim pengusul Pelepasan varietas lokal kopi Arabika dari Tapanuli Utara, Sigarar Utang, S.K. Mentan No. 133/Kpts/TP.240/1/2005.
  • Salah satu anggota pengusul Pelepasan klon kopi Arabika Andungsari 2K, S.K. Mentan No. 1885/Kpts/SR.120/5/2010
  • Ketua tim pengusul Pelepasan varietas lokal hasil pemuliaan partisipatif kopi Arabika Gayo : semula bernama lokal varietas Timtim Aceh dilepas sebagai varietas Gayo 1 dengan S.K. Mentan No. 3998/Kpts/SR.120/12/2010, sedangkan varietas lokal semula bernama varietas Borbor dilepas dengan nama varietas Gayo 2 dengan SK Mentan No. 3999/Kpts/SR.120/12/2010.

  Keikutsertaan dalam Organisasi dan Forum Ilmiah :

  • Koordinator materi Temu Lapang Kopi untuk bidang Pra panen, Juni 2011.
  • Anggota Panitia Nasional dan lokal International Coffee Conference (ASIC) 2010, di Nusa Dua, Bali
  • Ketua Panitia Penyelenggara Simposium Kopi 2010 di Nusa Dua, Bali
  • Anggota Pengurus Kompartemen Penelitian & Iptek, PERIPI PUSAT(Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Tanaman), periode 2010 – 2014.
  • Anggota Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman bidang Perkebunan (2010 – 2012)
  • Ketua Dewan Redaksi Majalah review hasil penelitian kopi dan kakao “ Warta Puslit Kopi dan Kakao” (2009 – 2011) dan (2011 – 2012)
  • Anggota Dewan Redaksi Majalah Ilmiah Pelita Perkebunan (2006 – 2008)
  • Ketua Panitia Temu Lapang Kopi 2007

Karya Tulis:

Internasional 

  • Hulupi, R. S. Mawardi, P. Tornincasa, A. Pallavicini & G. Graziosi, DNA Fingerprinting of Indonesian Arabica Coffee Germplasm , ASIC International Conference on Coffee Science 23 , (Poster presentation of Plant Breeding Parts), 3 – 8 October 2010, Nusa Dua Bali.

Nasional

  • Hulupi, R & D. Nugroho (2010). Pemuliaan Partisipatif pada Kopi untuk Mendukung Pengembangan Bahan Tanam Unggul Lokal. Paper pada Simposium Nasional Kopi 2010 di Nusa Dua – Bali.
  • Hulupi, R. (2008). Pemuliaan ketahanan tanaman kopi terhadap nematoda parasit.Warta Review Penelitian Kopi dan Kakao. Vol. 24. (1) : 15 – 33.
  • Hulupi, R, Nasrullah & Soemartono (2007). Pewarisan ketahanan kopi Arabika terhadap nematoda Radopholus similis Cobb. Pelita Perkebunan 23 (1) : 1 – 16.
  • Hulupi, R & Mulyadi (2007). Sebaran populasi nematoda Radopholus similis danPratylenchus coffeae pada lahan perkebunan kopi. Pelita Perkebunan 23 (3) : 176 – 183
  • Hulupi, R, Soemartono, Mulyadi & Nasrullah (2006). Ketahanan Beberapa Genotipe Kopi terhadap Nematoda Penggali Akar, Radopolus similis, Cobb. Agrosains 19 (3):337 – 346.
  • Hulupi, R (2006). Identifikasi ras fisiologi Nematoda Radopholus similis Cobb. yang menyerang tanaman kopi. Pelita Perkebunan 22 (3) : 213 – 221.
  • Hulupi, R. (2005) Varietas kopi arabika dari Sumatera Utara ” Sigarar Utang”. Warta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, vol. 21 No. 2 Juni 2005
  • Yusianto, R. Hulupi, Sulistyowati, S. Mawardi, dan C. Ismayadi. (2005). Sifat fisiko-kimia dan citarasa beberapa varietas kopi Arabika. Pelita Perkebunan 21 (3) : 200 – 222.
  • Mawardi, S & R. Hulupi (2002). Adaptabilitas klon-klon unggul kopi Robusta, Coffee Symposium, 16 – 17 Oktober 2002
  • Hulupi, R & S. Mawardi (2001). BP 939, Kopi Robusta tahan kondisi iklim kering,Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 7 hal.
  • Hulupi,R (2000). Pengenalan varietas kopi Arabika,  Andungsari 1. Warta Penelitian Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia vol 16. No 1, Pebruari 2000
  • Hulupi, R. (1999). Komposisi klon-klon kopi Robusta yang sesuai untuk tipe iklim basah, Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, vol 21 No. 6, 6-7
  • Baon, B.J., A. Wibawa & R. Hulupi (1999). Phosphorus efficiency of selected coffee genotypes. Indonesian  Jour. of Crop Sci.vol 14. No.1, January.

Publikasi Lainnya (Buku, Majalah, Buletin, dll)

  • Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika Gayo. (2008) : ISBN 978-979-8745-10-2
  • Pedoman teknis budidaya kopi ArabikaPusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesa, No 01/012/B/02, 18 hal. (2002).