Kunjungan Tim RISTEKDIKTI dalam rangka Monev PUI

Jember, 13 November 2019. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mengenai kinerja Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia sebagai Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Kopi dan Kakao telah dilaksanakan pada Rabu, 13 November 2019 di Puslitkoka, Jember. Kegiatan FGD ini dihadiri oleh ahli ekonomi internasional dari Kamar Dagang Indonesia, Utama Kajo, praktisi bisnis kopi dari Asosiasi Eksportir Kopi, Pranoto Sunarto, serta perwakilan dari Kemenristek yaitu Goenawan Wybisana, dan Aswin Firmansyah.
Lembaga yang ditetapkan sebagai PUI adalah lembaga yang melaksanakan kegiatan – kegiatan riset bertaraf internasional pada bidang spesifik secara multi dan interdisiplin dengan standar hasil yang sangat tinggi serta relevan dengan kebutuhan pengguna IPTEK. Puslitkoka merupakan lembaga litbang yang telah ditetapkan sebagai PUI Kakao pada tahun 2012, kemudian menyusul pada tahun 2013 ditetapkan sebagai PUI Kopi dan pada tahun 2015 ditetapkan sebagai PUI Kopi dan Kakao dan mampu secara konsisten mempertahankan predikat sebagai Pusat Unggulan Iptek sampai dengan tahun 2019.
Evaluasi yang dilakukan meliputi 27 indikator yang terbagi menjadi 3 kriteria yaitu (1) kemampuan lembaga untuk menyerap informasi dan teknologi dari luar (Sourcing Adsorptive Capacity), (2) kemampuan lembaga untuk meningkatkan kapasitas IPTEK melalui potensi adopsi, adaptasi dan pengembangan teknologi (Research and Development Capacity), dan kemampuan lembaga untuk melakukan hilirisasi hasil – hasil litbang (Disseminating Capacity). Sampai dengan November ini, Puslitkoka telah mampu memenuhi hampir semua indikator yang ditetapkan oleh PUI. Bapak Utama Kajo sebagai Tim evaluator PUI menyampaikan bahwa Puslitkoka memiliki nilai lebih sebagai lembaga litbang karena mempunyai kapasitas melakukan riset sekaligus sebagai eksekutor, sehingga diharapkan Puslitkoka akan menjadi mercusuar riset kopi dan kakao yang tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga di dunia.