Monday , 24 July 2017
breakingfav ICCRI
  • Kunjungan Sultan HB X pada acara Temu Lapang Kakao 2015

  • Registrasi Peserta

  • Acara Pembukaan Temu Lapang Kakao 2015

  • Diskusi dan Berbagi Pengalaman

Temu Lapang Kakao 2015 – Gunungkidul Yogjakarta

Temu Lapang Kakao merupakan kegiatan  yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia sebagai ajang diseminasi dan expo teknologi terkini pada agribisnis dan agroindustri kakao di Indonesia. Temu Lapang Kakao kali ini bertema “Pengelolaan Kakao Berkelanjutan Pada Lahan Beriklim Kering” akan dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul sebagai rangkaian “Cocoa day” peringatan Hari Kakao Nasional tahun 2015 yang dipusatkan di Yogyakarta. Pemilihan lokasi Temu Lapang Kakao di Gunung Kidul karena daerah tersebut terkenal dengan iklimnya yang sangat kering sehingga kegiatan pertanian dan perkebunan di daerah ini kurang berkembang. Kegiatan pertanian dan perkebunan di Gunung Kidul memerlukan masukan teknologi dan input yang tinggi untuk dapat menghasilkan produksi yang tinggi terutama dalam hal pengelolaan air.  Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang banyak diusahakan oleh petani skala rumah tangga di Gunung Kidul.  Namun demikian, budidaya kakao di daerah tersebut masih mengalami beberapa kendala yaitu yaitu sebagian besar tanaman kakao berumur tua dan berasal dari benih asalan. Selain itu, tingkat adopsi teknologi oleh petani masih sangat terbatas sehingga produktifitas kakao masih belum maksimal. Teknologi terkini budidaya kakao terutama pada lahan kering antara lain manajemen air pada perkebunan kakao (metode rorak, gandungan, biopori dan irigasi tetes), introduksi klon kakao unggul (dengan metode sambung samping, sambung pucuk), integrasi kakao-ternak dan biogas, serta teknologi pengolahan kakao skala rumah tangga akan ditampilkan pada Temu Lapang tahun ini. Dalam temu lapang juga akan diselenggarakan berbagi pengalaman dan diskusi untuk membahas permasalahan kakao baik on-farm, off-farm maupun kelembagaan petani. Selain itu, dalam Temu Lapang Kakao 2015 juga akan di dilakukan pencanangan Desa Kakao dan Pameran.

Acara ini dihadiri Sultan HB X, Bupati Gunungkidul, direktur tanaman tahunan dan penyegar direktorat jenderal perkebunan kementrian Pertanian, Dwi Praptomo; Direktur Riset Perkebunan Nusantara, Dr. Teguh Wahyudi, M.Eng; Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Dr. Ir. Misnawi; Pejabat Bupati Gunungkidul, Budi Antono; serta perwakilan petani kakao dari Yogjakarta seluruh Indonesia. adapun teknlogi unggulan yang ditampilkan :

  • Teknologi pengelolaan air di perkebunan kakao pada lahan kering
  • Rehabilitasi tanaman kakao menggunakan klon-klon unggul.
  • Keragaan lamtoro klon L-2 sebagai penaung ideal kakao.
  • Integrasi kakao – ternak – biogas.
  • Pascapanen dan industri hilir kakao skala rumah tangga.
  • Success story petani kakao sulawesi dalam rehabilitasi kakao
  • Kelembagaan petani kakao di Kabupaten Gunungkidul.
  • Pengenalan kakao super.

Selain itu juga digelar acara diskusi dan berbagi pengalaman dengan para petani kakao dengan narasumber Prof. Dr. Lilik Sutiarso – Dekan FTP UGM, Dr Pujiyanto (Puslitkoka), Prof. Dr. Laode Asrul (Dosen Unhas), Bpk Paryanto (Kel. Tani Sari Mulyo), dan Ibu Subarjo (Kel. Tani Ngupadi Koyo). Setelah acara Temu Lapang keesokan harinya dilanjutkan dengan Hari Kakao Nasional (Cacao Day) yang bertempat di hotel Ambarukmo yang merupakan rangkaian acara.

diskusipembregsultan

20150916194136 coco